Pilpres 2019 : Prabowo-Sandi Siapkan Kebijakan Pro Petani dan Nelayan untuk Wujudkan Swasembada

0
37
Pilpres 2019 : Prabowo-Sandi Siapkan Kebijakan Pro Petani dan Nelayan untuk Wujudkan Swasembada
Pilpres 2019 : Prabowo-Sandi Siapkan Kebijakan Pro Petani dan Nelayan untuk Wujudkan Swasembada

blanchettephotos.com, Pilpres 2019 – Dewan Pakar Bidang Ekonomi Prabowo-Sandi, Laode Kamaluddin menyebut pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertekat membangun ekonomi petani dan nelayan sebagai basis perekonomian nasional. Salah satunya mendorong regenerasi petani dan nelayan demi terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia.

Menurutnya, dunia pertanian dan nelayan saat ini tak mengalami kemajuan. Di kalangan anak muda, jumlah petani dan nelayan menurun dari tahun ke tahun. Penyebabnya, banyak petani dan nelayan tak ingin anak-anaknya mengikuti profesi orangtuanya karena alasan kemiskinan.

Laode khawatir masa depan kedaulatan pangan akan gelap bila pemuda enggan bertani. Maka dari itu, Prabowo-Sandi telah menyiapkan konsep digital farming, digital fishering, dan mekanisasi produk pertanian dan perikanan agar anak-anak muda kembali bertani.

“Tidak ada bangsa yang mandiri kalau pangannya tidak dilahirkan sendiri, tidak ada bangsa yang bisa tahan kalau pangannya dikuasai dari luar. Kita harus mulai berpikir kepada generasi milenial untuk menggunakan digital farming dan digital fishering. Ini di masa depan memang kita bisa swasembada, dan kita bisa mandiri di dunia pangan,” kata Kamaluddin dalam diskusi Rabu Biru ‘Petani, Nelayan & Ekonomi Rakyat’ di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya 35, Jakarta, Selatan, Rabu 16 Januari 2019.

Di kesempatan sama, pemerhati isu pangan dan perempuan Sidrotun Naim juga mengungkap alasan anak muda malas bertani. Penyebabnya karena harga pupuk mahal, benih mahal dan harga komoditas pertanian setelah panen anjlok. Kemudian susahnya akses permodalan bagi petani dan nelayan.

“Saya juga turun ke petani dan nelayan mereka itu biasanya kalau ngomong, ‘pada saat kita mau menanam ada benihnya, pupuknya dan harganya jangan mahal, dan panen bisa dijual, karena kalau enggak bisa, jadinya dibuang’. Karena itu tidak salah juga kalau anak muda tidak mau bertani, karena pupuknya mahal, benihnya mahal, tapi pas dijual harganya jatuh,” kata Sidrotun.

Sidrotun mendorong agar Prabowo-Sandi membentuk lembaga keuangan untuk akses permodalan bagi petani dan nelayan. Lembaga keuangan itu, kata Sidrotun, harus diwujudkan untuk menghadirkan keadilan bagi petani dan nelayan sebagai tulang punggung kedaulatan pangan di Indonesia.

“Kalau pengusaha besar mau berhutang kan relatif mudah. Kalau petani dan nelayan mau berhutang itu susah. Berarti harus dibenahi karena berarti sistemnya belum adil,” tandas Sidrotun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here