Dua Kasus Ini Dinilai Wajib Jadi ‘Menu’ Debat Perdana Pilpres 2019

0
26
Dua Kasus Ini Dinilai Wajib Jadi 'Menu' Debat Perdana Pilpres 2019
Dua Kasus Ini Dinilai Wajib Jadi 'Menu' Debat Perdana Pilpres 2019

blanchettephotos.com, Pilpres 2019 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 17 Januari mendatang menyelenggarakan debat capres-cawapres. Tema yang diangkat seputar hukum, HAM, korupsi dan terorisme.

Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengatakan, ada dua kasus yang mesti menjadi perhatian dalam debat nanti. Yakni soal penculikan aktivis 98 dan penyiraman cairan kimia ke penyidik KPK Novel Baswedan.

“Dua kasus ini menjadi tema penting yang harus diungkap kepada publik, karena menyangkut masa depan pemerintahan Indonesia. Kasus ini menyangkut pada calon-calon presiden,” ujar Boni Hargens dalam keterangannya.

Boni menilai kasus penculikan aktivis 98 selama ini dikaitkan dengan capres nomor urut 01 Prabowo Subianto. Karena itu, kata dia, wajib ditanyakan dan dimintai komitmen penuntasannya.

Pun dengan Jokowi. Sebagai capres, lanjut Boni, dia harus tegas dalam mengusut kasus penghilangan paksa 13 aktivis ‘98 yang hingga kini belum jelas penuntasannya.

“Bukan karena nama Prabowo Subianto ada di pusaran kasus itu, melainkan karena ini beban sejarah yang berat maka harus dituntaskan,” jelas dia.

Bersamaan dengan itu, kata Boni forum debat juga perlu meminta komitmen kedua capres dalam menuntaskan kasus Novel Baswedan. Kasus Novel, kata Boni, terjadi pada era pemerintahan Jokowi.

“Hal yang membedakan secara signifikan adalah kasus penghilangan paksa atas aktivis ‘98 sudah terjadi selama hampir 20 tahun sejak reformasi. Sementara, kasus Novel Baswedan terjadi dua tahun setelah pemerintahan Jokowi,” ungkapnya.

Boni menambahkan, setidaknya dua lembaga yang sudah bekerja, yakni Komnas HAM dengan rekomendasi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Novel Baswedan, dan Kepolisian RI yang sudah membentuk tim gabungan ini.

“Kasus Novel Baswedan memang terjadi pada era Jokowi, tetapi sudah ada lembaga yang bekerja. Saya mengapresiasi langkah Polri yang telah membentuk Tim Gabungan Investigasi untuk mengusut kasus Novel Baswedan,” tegas dia.

Boni berharap Presiden Jokowi juga berani membentuk tim serupa untuk menuntaskan kasus penculikan dan penghilangan aktivis 1998. Pasalnya, sampai saat ini, kasus ini masih dalam posisi terkatung-katung.

“Membiarkan kasus ini (kasus penculikan dan penghilangan aktivis 1998) tanpa solusi, tanpa komitmen, dan tanpa kerangka penyelesaian yang jelas, sama saja dengan menyimpan belati di tubuh kekuasaan. Sewaktu-waktu akan melukai, menciderai bahkan menyayat demokrasi kita,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here