Pilpres 2019 : Tim Prabowo-Sandi, Debat Capres Bukan Cerdas Cermat, Beri Waktu 60 Menit

0
19
Pilpres 2019 : Tim Prabowo-Sandi, Debat Capres Bukan Cerdas Cermat, Beri Waktu 60 Menit
Pilpres 2019 : Tim Prabowo-Sandi, Debat Capres Bukan Cerdas Cermat, Beri Waktu 60 Menit

blanchettephotos.com, Pilpres 2019 – Para sekretaris jenderal koalisi partai politik pengusung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritisi beberapa hal. Salah satunya, model debat pasang capres dan cawapres yang diwadahi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan ingin para pasangan calon membeberkan visi misinya selama satu jam penuh. Hinca tak ingin gaya model debat terburu buru dan paparannya tidak utuh.

Selama ini kan cuma dikasih berapa menit di televisi, terus nanti pakai istilah saya tuh debat pakai spedometer. Jadi dibilang waktu tinggal 2 detik. Ini bukan soal cerdas cermat, ini soal urusan negara ini urusan 250 juta orang,” kata Hinca di Jl Daksa I Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 13 September 2018.

Hinca mengatakan, karena itu pihak Prabowo-Sandiaga akan mengusulkan minta diberi kesempatan calon bicara satu jam tentang pikiran pikirannya. Sehingga para pasangan calon di Pilpres 2019 bisa memaparkan jelas soal ekonomi, ketahanan energi, soal lapangan kerja, dan isu lainnya.

“Karena itu kami menolak untuk dibuat semacam tontonan cerdas cermat itu karena itu buat kami penting,” ujarnya.

“Jadi satu tema ya sehingga kami puas. 60 menit cukup itu. Tapi kalau cuma 3 menit masing masing kemudian masing masing bertanya ya udah kaya cerdas cermat. Buat kita buang cerdas cermat. Kita betul betul yang cerdasnya itu dan karena itu dilepas secara terbuka itu yang kami bahas dan kami semua setuju,” tambah Hinca.

Pekan depan, para Sekjen koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga akan merinci soal mengganti model debat ini. Hinca minta gaya debat KPU yang lama dihapus.

“Sehingga sebelum KPU menetapkan kapan debat, materi dan seterusnya kami akan minta KPU untuk membuat itu dihapus saja debat ala cerdas cermat tapi menyampaikan pikiran, gagasan besar untuk saat ini,” tutur Hinca.

Pemilih Bisa Puas

Hinca tidak menjelaskan apakah KPU bisa mengatur soal ini lewat PKPU. Namun dia memandang, gaya model debat selama ini hanya kepentingan rating semata.

“Kalau dilihat kan aturan mainnya supaya ada di TV dan menarik. TV nya its oke, tapi poin kita adalah beri di ruang sebanyak banyaknya bagi capres cwapres itu. Dan jangan lupa kemarin kan kampanyenya cuma 45 hari. Ini kan 7,5 bulan jadi biarkan itu dilepas sehingga juta semuanya menyadari kita semua mendapatkan apa yang jadi pikiran kita,” kata Hinca.

Hinca berharap, ide ini bisa dipertimbangkan oleh KPU. Sehingga masyarat bisa puas menangkap pemikiran calon presiden dan wakil presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here