Berita Terkini : Ratna Sarumpaet Sebut Said Iqbal Saksi Pertemuan dengan Prabowo

0
150
Berita Terkini : Ratna Sarumpaet Sebut Said Iqbal Saksi Pertemuan dengan Prabowo
Berita Terkini : Ratna Sarumpaet Sebut Said Iqbal Saksi Pertemuan dengan Prabowo

blanchettephotos.com, Berita Terkini – Tersangka kasus hoax Ratna Sarumpaet menyebut Said Iqbal sebagai salah satu saksi pertemuannya dengan Calon Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan hal itulah yang menjadi dasar polisi memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. Nama Said sempat disebut oleh Ratna Sarumpaet saat diperiksa sebagai tersangka dalam kasus hoax penganiayaan dirinya.

“Tersangka Bu Ratna ini menyebut saksi, salah satunya Pak Said. Makanya kami periksa,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa, 9 Oktober 2018.

Sebelumnya, Said Iqbal merasa bingung karena ikut diperiksa dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet. Said menjelaskan kalau ia menerima surat panggilan pemeriksaan dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait peristiwa tertanggal 2 Oktober 2018.

Menurut Argo, dalam pemeriksaan yang tengah berlangsung, penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengkonfirmasi beberapa hal kepada Said. Salah satunya adalah saat Ratna mengirimkan foto wajah lebamnya ke Said dan beberapa orang lainnya.

“Ada pertemuan apa, bertemu dengan siapa, itu akan kami tanyakan kepada saksi. Nanti itu ranah penyidik seperti apa,” ucap Argo. Menurut dia, belum ada rencana untuk mempertemukan Said dengan Ratna dalam pemeriksaan hari ini.

Kasus Ratna Sarumpaet berawal dari pengakuannya bahwa ia dianiaya oleh beberapa orang dekat Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018.

Belakangan, setelah polisi membongkar kronologi keberadaannya pada tanggal-tanggal tersebut, Ratna Sarumpaet membuka kedoknya sendiri. Ternyata wajah Ratna yang lebam bukan akibat penganiayaan, melainkan pasca operasi plastik di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat.

Akibat penyebaran berita bohong alias hoax itu, polisi bakal menjerat bekas jurkam timses Prabowo – Sandiaga tersebut dengan pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here