blanchettephotos.com, Pemilu 2019 – Komisi Pemilihan Umum menetapkan sebanyak 32,636 juta pemilih berada di Jawa Barat pada Pemilu 2019. Data tersebut diambil oleh Komisi Pemilihan Umum dari daftar pemilih dan pemilih tambahan pada pemilihan gubernur Jawa Barat, serta pemilih pemula yang berusia 17 tahun terhitung mulai 17 April 2019.

“Tidak ada komplain dari partai politik dan tidak ada komplain dari Bawaslu,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum  Jawa Barat  Yayat Hidayat saat dihubungi Tempo, Selasa, 4 September 2018. Pemilih yang ditetapkan (DPT) dalam rapat pleno KPU Jawa Barat pada akhir pekan lalu, terdiri dari sekitar 16,401 juta orang laki-laki dan 16,235 juta perempuan. Yayat tak merinci berapa jumlah pemilih pemula yang terdaftar.

Yayat mengatakan, lokasi pemungutan akan bertambah menjadi 137.401 TPS di 627 kecamatan atau 5.957 desa/kelurahan. Setiap TPS nantinya melayani 300 pemilih, yang pada 2014 lalu berjumlah 500 pemilih. Hasil penetapan daftar pemilih itu hari ini akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum untuk ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap nasional.

Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan pemilih yang terdaftar terbanyak dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Angka pemilih dalam daftar pada 2019 ini lebih sedikit dari 2014, yang saat itu ditetapkan 33,045 juta.

Suara sah di Jawa Barat pada 2014 sekitar 23,6-an juta. Suara pemilih yang sampai ke DPR diwakili oleh sepuluh partai politik. Sekitar satu juta orang memilih Partai Nasdem.  Sekitar 1,5 juta orang memilih PKB. Sebanyak 1,9 juta orang memilih PKS.

PDI Perjuangan mendapat suara terbanyak dengan 4,4 juta orang. Sekitar 3,5 juta orang memilih Partai Golkar, sekitar 2,3 juta orang memilih Partai Gerindra. Sedangkan Partai Demokrat mendapat suara 1,9 juta, Partai Amanat Nasional sekitar 1,3 juta, Partai Persatuan Pembangunan dengan  1,75 juta, dan Partai Hanura meraih 1,2 juta suara.

Suara sah lainnya memilih Partai Bulan Bintang dan PKPI.  Kedua partai ini tak mendapatkan kursi karena suara sah nasional yang mereka dapat tak sampai batas suara minimal untuk perhitungan kursi DPR.

Pada pemilu 2014 lalu dari 550 kursi DPR, sebanyak 91 kursi dialokasikan dari Jawa Barat. Kursi-kursi DPR dari Jawa Barat diperoleh oleh PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura dan Partai NasDem.

PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera menjadi tiga partai dengan perolehan kursi DPR terbanyak dari Jawa Barat, masing-masing 18, 17, dan sebelas kursi.

Partai Gerindra menjadi partai baru yang moncer perolehan kursinya di Jawa Barat. Partai ini memperoleh sepuluh kursi. Kursi yang diperoleh partai ini melampaui perolehan Partai Demokrat (9 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan yang masing-masing mendapatkan tujuh kursi, dan Partai Hanura dengan empat kursi. Partai NasDem yang juga menjadi partai pendatang pada waktu itu mendapat satu kursi DPR.

Para pemilu kali ini, partai peserta pemilu bertambah. Ada tiga partai politik yang baru ikut, yakni Partai Serikat Indonesia, Partai Berkarya, dan Partai Perindo. Pemilih di Jawa Barat tetap mendapat alokasi 91 kursi DPR. Adapun jumlah kursi DPR disepakati bertambah menjadi 575.

Pada pemilihan presiden 2014, sebanyak 14,61 juta pemilih dari Jawa Barat menyuarakan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Adapun pemilih Joko Widodo-Jusuf Kalla sebanyak 9,53 juta suara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here