Berita Terkini : Impor Bahan Bakar Bikin Defisit Transaksi Berjalan dan Rupiah Tertekan

0
94
Berita Terkini : Impor Bahan Bakar Bikin Defisit Transaksi Berjalan dan Rupiah Tertekan
Berita Terkini : Impor Bahan Bakar Bikin Defisit Transaksi Berjalan dan Rupiah Tertekan

blanchettephotos.com, Berita Terkini – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan impor bahan bakar merupakan penyebab dominan dari defisit current account atau defisit transaksi berjalan dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Jadi impor bahan bakar adalah alasan kenapa kita mengalami masalah defisit transaksi berjalan dan masalah kenapa kita alami rupiah selalu di bawah tekanan,” kata dia, dalam sambutan di Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Selasa (30/10/2018).

“Malaysia atau Thailand juga mengalaminya tapi mereka lebih baik di neraca perdagangan mereka,” lanjut dia.

Mantan Menteri Keuangan ini menjelaskan, jika menilik komposisi impor, sebagian besar merupakan impor migas atau bahan bakar. “Jika kita lihat struktur impor didominasi oleh impor migas,” ujar dia.

Dia mengatakan, berbagai kebijakan untuk meningkatkan ekspor perlu dilakukan sebagai upaya mengatasi defisit neraca perdagangan. Namun, rencana jangka pendek yang dapat dilakukan adalah dengan berupaya menekan impor.

“Meningkatkan ekspor tidak mudah. Apa yang harus kita lakukan adalah mengurangi impor,” ujar dia.

Salah satu upaya menekan impor bahan bakar menurut Bambang dapat dilakukan dengan membangun fasilitas refinery. “Untuk jangka pendek pertanyaannya kenapa impor bahan bakar banyak, karena kita tidak punya cukup refinery. Butuh kesediaan politik dan juga kesediaan bisnis,” kata dia.

Fasilitas refinery, kata dia, juga akan membantu Indonesia untuk mengembangkan BBM berstandar Euro 4 yang lebih ramah lingkungan. “Indonesia belum membangun kilang minyak baru selama 10 tahun terakhir. Kemampuan produksi BBM dari kilang-kilang minyak eksisting juga terus menurun,” ujar dia.

“Total kapasitas kilang minyak Indonesia sebesar 1,169 juta barel per hari/MMBCD. Standar kilang minyak eksisting tersebut pun mayoritas masih pada klasifikasi Euro 2,” ujar dia.

Seperti diketahui, impor migas pada September 2018 turun USD 0,77 miliar atau sekitar 25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada September, impor migas tercatat USD 2,28 miliar dari sebelumnya USD 3,05 miliar pada Agustus 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, impor migas tercatat USD 2,28 miliar pada September dari sebelumnya USD 3,05 miliar pada Agustus 2018. Impor migas turun 25,20 persen dari periode Agustus 2018.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan mencapai 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB) selama semester I 2018. Pada kuartal I 2018, defisit transaksi berjalan tercatat 2,2 persen. Kemudian meningkat menjadi 3 persen pada kuartal II 2018.

Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah melemah 12,51 persen sepanjang tahun berjalan 2018. Hal ini berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) dengan rupiah melemah dari 13.542 per 2 Januari 2018 menjadi 15.237 per dolar AS pada 30 Oktober 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here